Ternate – Klarifikasi Ketua DPC Gerindra Kota Ternate, Jamian Kolensusu, terkait poster berjudul “Nurjaya dan Fakta” belum menjawab substansi keberatan Nurjaya Hi. Ibrahim. Selasa (21/9).
Jamian sebelumnya menyebut dirinya bukan pembuat poster tersebut. Menurut keterangannya, materi itu diterima dari admin partai setelah beredar di Facebook, kemudian diteruskan ke dalam grup WhatsApp Keluarga Besar Gerindra Maluku Utara sebagai bahan diskusi internal.
Namun, persoalan yang dipersoalkan Nurjaya bukan semata-mata mengenai siapa yang membuat poster tersebut. Yang menjadi keberatan adalah mengapa materi yang memuat informasi tentang dirinya diteruskan ke grup Keluarga Besar Gerindra Maluku Utara tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi atau konfirmasi langsung kepadanya.
Bagi Nurjaya, penyebaran materi tersebut memiliki dampak karena informasi yang beredar menyangkut perjalanan dirinya sebelum menjadi anggota DPRD Kota Ternate maupun aktivitasnya sebagai wakil rakyat. Ia menyatakan sejumlah informasi dalam poster tersebut tidak benar dan merasa dirugikan karena materi itu telah beredar di lingkungan internal partai.
Karena itu, penjelasan bahwa Jamian bukan pembuat poster tidak serta-merta menjawab persoalan mengenai penyebarannya. Sebab, ketika materi tersebut sudah diteruskan ke sebuah grup besar, persoalannya tidak lagi hanya tentang siapa yang membuat, tetapi juga mengenai apa isi materi, dari mana sumbernya, apakah sudah diverifikasi, dan mengapa langsung diteruskan sebelum pihak yang namanya dicantumkan diberikan ruang untuk menjelaskan.
Jika benar tujuan penyebaran poster tersebut hanya sebagai bahan diskusi internal, maka konteks dan dasar informasi yang disampaikan tetap menjadi hal penting untuk diperjelas. Terlebih, menurut Nurjaya, dirinya tidak pernah dimintai keterangan sebelum materi tersebut beredar.
Nurjaya juga mempertanyakan pola komunikasi internal tersebut. Menurut dia, apabila terdapat persoalan atau keluhan yang berkaitan dengan dirinya, semestinya hal itu dapat dikonfirmasi terlebih dahulu secara langsung, bukan justru disebarkan melalui grup besar.
Sementara itu, Jamian menyatakan tidak memiliki maksud untuk mencemarkan nama baik Nurjaya dan siap menghadapi proses yang berjalan. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi Jamian atas polemik yang berkembang.
Di sisi lain, pengaduan yang disampaikan Nurjaya kepada aparat penegak hukum saat ini masih dalam proses.
Dengan demikian, polemik ini tidak berhenti pada pernyataan bahwa Jamian bukan pembuat poster. Nurjaya mempersoalkan mengapa materi tersebut diteruskan, apa dasar informasinya, dan mengapa dirinya tidak terlebih dahulu dikonfirmasi sebelum informasi mengenai dirinya disebarkan kepada grup Keluarga Besar Gerindra Maluku Utara.
Proses yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan kejelasan atas persoalan tersebut berdasarkan fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Tim/Red).
