Ternate – Pemerintah Kota Ternate melalui Kepala Dinas Pendidikan, Ridwan Ali, mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan tuntutan pendidikan gratis di Kota Ternate.
Hal itu disampaikan Ridwan saat mengikuti hearing terbuka bersama massa aksi Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Ternate di depan Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (1/10).
Hearing tersebut berlangsung di tengah aksi EK-LMND Ternate yang membawa isu “Pendidikan Gratis Harus Diwujudkan Sekarang Juga”.
Ridwan mengatakan, Pemkot Ternate pada prinsipnya menyepakati pentingnya pendidikan gratis. Namun, kondisi anggaran daerah, termasuk adanya kebijakan efisiensi, menjadi salah satu tantangan untuk merealisasikan tuntutan tersebut.
“Kami juga bersepakat terkait isu pendidikan tersebut. Namun ada keterbatasan anggaran karena efisiensi,” ujar Ridwan.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya memastikan siswa di Kota Ternate mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Pemerintah kota sudah berusaha memberikan pendidikan yang layak bagi siswa yang ada di Kota Ternate,” katanya.
Ridwan sendiri baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate secara definitif.
Sementara itu, massa EK-LMND Ternate dalam aksi tersebut mendesak Pemkot Ternate segera mewujudkan pendidikan gratis sebagai bentuk pemenuhan hak masyarakat atas pendidikan. (Tim/Red).
