BIAS 2026 di Ternate: 97 Sekolah Sudah Laksanakan Imunisasi, Dinkes Kejar Peningkatan Cakupan

Ternate – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Kota Ternate terus digenjot. Hingga minggu keempat, tepatnya 24 Agustus 2026, sebanyak 97 dari 133 SD/MI sederajat di wilayah kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate telah melaksanakan program imunisasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes, mengatakan BIAS merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada anak usia sekolah melalui imunisasi lanjutan sesuai ketentuan program imunisasi nasional.

“Pelaksanaan BIAS masih berlangsung selama bulan Agustus untuk seluruh sekolah SD/MI sederajat. Kami berharap cakupan imunisasi terus meningkat agar kekebalan kelompok dapat terbentuk,” ujar Fathiyah, kepada media ini, Kamis (27/8).

Dari 97 sekolah yang telah melaksanakan BIAS, tercatat 1.432 siswa kelas 1 telah mendapatkan imunisasi campak atau sekitar 52,8 persen. Sementara imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 telah diberikan kepada 483 anak atau 58,4 persen.

Program tersebut telah dilaksanakan di 11 puskesmas di Kota Ternate.

Sejumlah wilayah bahkan telah menyelesaikan pelaksanaan BIAS secara penuh. Di wilayah kerja Puskesmas Hiri, misalnya, seluruh empat SD telah melaksanakan BIAS pada 3–6 Agustus 2026. Capaian imunisasi campak kelas 1 mencapai 92 persen, sedangkan imunisasi HPV kelas 5 mencapai 81 persen.

Sementara itu, Puskesmas Mayau yang membawahi enam SD juga telah menyelesaikan pelaksanaan BIAS 100 persen pada 3–11 Agustus 2026. Capaian imunisasi campak kelas 1 mencapai 68 persen, sedangkan HPV kelas 5 mencapai 95 persen.

Fathiyah menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi pihak sekolah, guru serta orangtua siswa.

Namun, pelaksanaan BIAS di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah masih terdapat siswa yang tidak hadir saat imunisasi karena sakit, izin maupun alasan lainnya.

Selain itu, persetujuan orangtua juga belum seluruhnya diperoleh. Hal ini terlihat dari masih adanya siswa yang menolak imunisasi campak maupun HPV. Dari 97 sekolah yang telah melaksanakan BIAS, persentase penolakan tercatat sekitar 19,4 persen.

Karena itu, Dinkes Kota Ternate terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada orangtua mengenai manfaat serta keamanan imunisasi.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada orangtua mengenai manfaat dan keamanan imunisasi,” katanya.

Dinkes berharap kerja sama lintas sektor dan dukungan seluruh pihak dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak anak usia sekolah mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Ternate, dr. Wirda Albaar, menegaskan bahwa capaian BIAS masih perlu terus digenjot hingga program tahun 2026 dapat dituntaskan.

Ia berharap seluruh pihak, khususnya sekolah, orangtua, tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait, terus berkolaborasi agar pelaksanaan BIAS dapat mencapai cakupan yang lebih optimal. (Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *