Ternate – Perayaan Dies Natalis ke-60 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate sekaligus Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026.
Agenda tersebut dipastikan akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Kepastian kehadiran Menteri Agama disampaikan Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., MA, setelah melakukan koordinasi dengan Sekretaris Menteri Agama RI.
Sebelumnya, pelaksanaan wisuda dijadwalkan pada Sabtu, 5 September 2026. Namun, jadwal tersebut kemudian mengalami perubahan menjadi 6 September 2026.
Rektor IAIN Ternate meminta para wisudawan dan wisudawati tidak perlu gelisah maupun mempermasalahkan perubahan jadwal tersebut. Menurutnya, penundaan dilakukan karena Menteri Agama berkeinginan untuk hadir secara langsung dalam momentum penting bagi civitas akademika IAIN Ternate tersebut.
“Pa Menteri berkeinginan untuk menghadiri secara langsung Perayaan Dies Natalis ke-60 Tahun IAIN Ternate dan Wisuda Sarjana-Pascasarjana,” ujar Adnan, kepada media ini, Rabu (02/09).
Dies Natalis ke-60 dan wisuda tahun ini mengusung tema “Berkhidmat kepada Kebijakan.” Tema tersebut dinilai menjadi penegasan atas perjalanan panjang IAIN Ternate selama enam dekade dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.
Menurut Adnan, kiprah IAIN Ternate selama 60 tahun dapat dilihat dari keberadaan para alumninya yang telah berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, baik sebagai politisi, birokrat maupun pengusaha.
Sejumlah alumni IAIN Ternate yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan di antaranya KH. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara; Drs. Ubaid Yakub, M.P.A., Bupati Halmahera Timur; serta Dr. KH. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., Wakil Bupati Halmahera Utara.
Momentum enam dekade perjalanan tersebut, kata Adnan, harus dijadikan sebagai kesempatan bagi IAIN Ternate untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, umat, dan bangsa, khususnya bagi masyarakat di wilayah Moloku Kie Raha.
Perjalanan IAIN Ternate sendiri telah berlangsung sejak berdirinya Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujung Pandang di Ternate, kemudian berkembang menjadi STAIN Ternate, hingga menjadi IAIN Ternate seperti saat ini.
Ke depan, IAIN Ternate menargetkan transformasi kelembagaan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate.
“Enam dekade perjalanan IAIN Ternate dijadikan momentum untuk melakukan yang terbaik bagi umat dan bangsa di negeri ini, khususnya di negeri Moloku Kie Raha,” kata Adnan.
Ia menegaskan, cita-cita transformasi kelembagaan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun seluruh unsur civitas akademika.
Karena itu, Adnan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung ikhtiar tersebut dengan doa dan kerja nyata agar cita-cita menjadikan IAIN Ternate sebagai UIN Sultan Baabullah Ternate dapat segera terwujud.
“Marilah tidak bosan-bosannya mengetuk pintu langit sembari memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar ikhtiar yang telah dilakukan dapat diijabah,” pungkasnya. (Tim/Red).
