Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan pelaksanaan penyaluran hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan maksimal dan tepat sasaran. Tidak hanya menuntaskan seluruh persiapan distribusi, Pemprov juga menyiapkan pengawasan ketat hingga ke tingkat masjid guna memastikan kualitas sapi kurban yang diterima masyarakat benar-benar sesuai standar.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Maluku Utara, Dr. Asrul Gailea, menegaskan bahwa kesiapan penyaluran hewan kurban tahun ini telah mencapai 100 persen.
Pernyataan itu disampaikan saat diwawancarai di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Maluku Utara, Ternate, Senin (19/5/2026).
“Persiapan sudah sampai 100 persen. Dari Kesra juga sudah siap melakukan pengawasan langsung ke masjid-masjid,” ujar Asrul.
Menurutnya, pengawasan lapangan menjadi perhatian utama pemerintah daerah agar masyarakat menerima hewan kurban dengan kondisi sehat dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
Bahkan, Biro Kesra memastikan tidak akan mentolerir sapi yang tidak memenuhi standar.
“Kesra memastikan sapi yang disalurkan sesuai spesifikasi. Kalau tidak sesuai, akan ditukar,” tegasnya.
Tahun ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan sebanyak 100 ekor sapi kurban yang dibagikan ke 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Kota Ternate menjadi daerah penerima terbanyak dengan alokasi 20 ekor sapi, disusul Kota Tidore Kepulauan sebanyak 18 ekor. Sementara Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Halmahera Selatan masing-masing menerima 10 ekor sapi kurban. Sisanya didistribusikan secara merata ke sejumlah daerah lain.
Program kurban tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah kepada masyarakat di momentum Iduladha.
Seluruh hewan kurban nantinya akan disembelih langsung di masjid-masjid penerima agar distribusi daging kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menargetkan program penyaluran hewan kurban ini terus dimaksimalkan secara bertahap selama lima tahun ke depan guna menjangkau lebih dari 3.000 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pemerataan bantuan kurban sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Red
